Pada tanggal 3 september 2012, Komisi
Pemilihan Umum telah menyalakan lampu hijau kepada kontestan Cagub dan CaWagub
untuk melakukan kampanye politiknya yang berakhir pada tanggal 16 september
2012. Dengan seribu agenda dan produk
unggulnya tentu minggu ini merupakan hari-hari yang sangat sibuk. Para kandidat
memiliki strategi masing-masing untuk mencuri perhatian masyarakat. Disinilah diperlukan kecerdasaan masyarakat untuk memilih pemimpin
(leader) yang berjiwa good leadership.
Masyarakat jangan terhipnotis dengan
janji balon para kandidat yang dapat
pecah sewaktu-waktu. Balon biasa digunakan untuk menghibur anak-anak, balon membuat anak-anak senang, dengan
memberikan balon seseorang bisa disukai anak-anak. Dalam pemilu biasanya adanya
tawar-menawar (bargaining) antara
calon dengan masyarakat. hasil dari bargaining
berdasarkan kepentingan (interest) masing-masing. Dalam situasi seperti ini
masyarakat biasanya menjadi korban (cost)
janji (promise) dan kesenangan sesaat. Para calon biasanya menjanjikan
sesuatu kepada masyarakat andaikata ia
terpilih, biasanya calon juga memberikan kesenangan sesaat berupa uang,
sumbangan material tempat-tempat ibadah dan sebagainya untuk menarik simpati
masyarakat.
Kembali kebelakang (Flashback), pemilu-pemilu sebelumnya telah menyisakan
sederet penderitaan masyarakat KalBar, berapa banyak masyarakat yang menjerit
dalam hati menjadi korban janji dan kesenangan sesaat. Orang yang dulunya
mengemis agar dapat dukungan dengan sejumlah produk janji (promise) dan kesenangan (contentedness)
sesaat yang diberikannya. sekarang setelah memiliki kekuasaan dan kewenangan (power and authority) janji hanyalah
tinggal janji. Seperti anak-anak yang ditinggal orang yang memberi balon, senang
diawal menangis kemudian karena balon dipegang telah pecah dan orang berjanji hilang tanpa jejak.
Saat ini Juru Kampanye (JurKam) menjadi perbincangan yang hangat, setiap kandidat menggaet figur tokoh politik
yang dianggap dapat menarik simpatisan lebih banyak. saat lampu hijau kampanye dinyalakan masyarakat akan terpesona
melihat keindahan yang ditawarkan oleh para kandidat baik dari segi visi dan misi, slogan, bahkan sudah menjadi rahasia umum istilah money politic dan menjadi pilar utama dalam pemilu untuk
mendongkrak suara setiap kandidat.
inilah demokrasi ala indonesia, demokrasi “memuja” rupiah, mencalonkan
pemimpin bukan karena segudang prestasi tapi segudang uang yang dimilikinya.
Jangan heran kalau korupsi di indonesia terus merembes dan berakar dinegeri
ini, kalau Sistem yang dibuat aturan main
rule of game yang disepakati tidak
dijalankan sebagaiman mestinya. sehingga terjadilah dana kampanye yang melebihi
aturan calon yang diusung partai tidak
sesuai pilihan rakyat tetapi pilihan para koleganya dan masih banyak
penyimpangan yang dilakukan dalam pemilu menjadikan uang sebagai juru
penyelamat calon legislatif maupun eksekutif. bahasa kerennya “calon diusung oleh uangnya
bukan diusung oleh rakyatnya’’.
Menurut hemat saya, para kontestan
pemilu yang menghamburkan banyak uang melebihi aturan yang ditentukan ibarat
“berjudi”, jika menang memperoleh keuntungan, jika kalah mengalami
kekalahan/ kerugian yang besar. Tidak
jarang banyak calon yang gagal dalam pemilu mengalami depresi yang mendalam karena kerugian besar yang
dialaminya.
Sebagian besar bahkan hampir semua
kandidat yang bertarung dalam pemilu tujuannya mencari penghasilan lebih,
mencari jabatan dan mengejar status sosial yang tinggi. Perlu disadari
hakekatnya birokrasi diciptakan sebagai instrumen representatif kepentingan masyarakat bukan semata
kepentingan pribadi dan koleganya. Berpolitiklah untuk rakyat, jangan berpoltik
untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Karena pemimpin dihadirkan oleh rakyat
jadi seyogianya Mengabdi sepenuhnya
untuk memperjuangkan kepentingan rakyat KalBar khususnya.
Dalam hal ini penulis ingin menyampaikan
masyarakat KalBar harus cerdas dalam memilih pemimpin jangan seperti anak kecil yang mudah dielus-elus
dengan kenikmatan sesaat, mudah terhipnotis janji-janji palsu belaka. Para
cagub harus benar-benar menselaraskan, mewujudkan visi dan misi yang telah dikumandangkan saat
kampanye jika terpilih. tanamkan dalam diri kita semua memilih dan dipilih untuk kemajuan Kalimantan
Barat.(Rizal Komarudin)


2 komentar:
agree ...........
Posting Komentar