Selasa, 07 Mei 2013

RAKYAT JANGAN TERHIPNOTIS JANJI BALON DALAM PILGUB

Pada tanggal 3 september 2012, Komisi Pemilihan Umum telah menyalakan lampu hijau kepada kontestan Cagub dan CaWagub untuk melakukan kampanye politiknya yang berakhir pada tanggal 16 september 2012. Dengan seribu agenda dan  produk unggulnya tentu minggu ini merupakan hari-hari yang sangat sibuk. Para kandidat memiliki strategi masing-masing untuk mencuri perhatian masyarakat.  Disinilah diperlukan  kecerdasaan masyarakat untuk memilih pemimpin (leader) yang berjiwa good leadership.
Masyarakat jangan terhipnotis dengan janji balon  para kandidat yang dapat pecah sewaktu-waktu. Balon biasa digunakan untuk menghibur anak-anak,  balon membuat anak-anak senang, dengan memberikan balon seseorang bisa disukai anak-anak. Dalam pemilu biasanya adanya tawar-menawar (bargaining) antara calon dengan masyarakat. hasil dari bargaining berdasarkan kepentingan (interest)  masing-masing. Dalam situasi seperti ini masyarakat biasanya menjadi korban (cost)  janji (promise) dan kesenangan sesaat. Para calon biasanya menjanjikan sesuatu kepada masyarakat  andaikata ia terpilih, biasanya calon juga memberikan kesenangan sesaat berupa uang, sumbangan material tempat-tempat ibadah dan sebagainya untuk menarik simpati masyarakat.
Kembali kebelakang  (Flashback),  pemilu-pemilu sebelumnya telah menyisakan sederet penderitaan masyarakat KalBar, berapa banyak masyarakat yang menjerit dalam hati menjadi korban janji dan kesenangan sesaat. Orang yang dulunya mengemis agar dapat dukungan dengan sejumlah produk janji (promise) dan kesenangan (contentedness) sesaat yang diberikannya. sekarang setelah memiliki kekuasaan dan kewenangan (power and authority) janji hanyalah tinggal janji. Seperti anak-anak yang  ditinggal orang yang memberi balon, senang diawal menangis kemudian karena balon dipegang telah pecah dan orang berjanji  hilang tanpa jejak.
Saat ini Juru Kampanye  (JurKam) menjadi perbincangan yang hangat,  setiap kandidat menggaet figur tokoh politik yang dianggap dapat menarik simpatisan lebih banyak. saat lampu hijau  kampanye dinyalakan masyarakat akan terpesona melihat keindahan yang ditawarkan oleh para kandidat baik dari segi  visi dan misi, slogan,  bahkan sudah menjadi rahasia umum istilah money politic dan  menjadi pilar utama dalam pemilu untuk mendongkrak suara setiap kandidat.
            inilah demokrasi ala indonesia,  demokrasi “memuja” rupiah, mencalonkan pemimpin bukan karena segudang prestasi tapi segudang uang yang dimilikinya. Jangan heran kalau korupsi di indonesia terus merembes dan berakar dinegeri ini, kalau Sistem yang dibuat aturan main rule of game  yang disepakati tidak dijalankan sebagaiman mestinya. sehingga terjadilah dana kampanye yang melebihi aturan calon yang diusung  partai tidak sesuai pilihan rakyat tetapi pilihan para koleganya dan masih banyak penyimpangan yang dilakukan dalam pemilu menjadikan uang sebagai juru penyelamat calon legislatif maupun eksekutif.   bahasa kerennya “calon diusung oleh uangnya bukan diusung oleh rakyatnya’’.
Menurut hemat saya, para kontestan pemilu yang menghamburkan banyak uang melebihi aturan yang ditentukan ibarat “berjudi”, jika menang memperoleh keuntungan, jika kalah mengalami kekalahan/  kerugian yang besar. Tidak jarang banyak calon yang gagal dalam pemilu mengalami depresi yang  mendalam karena kerugian besar yang dialaminya.
Sebagian besar bahkan hampir semua kandidat yang bertarung dalam pemilu tujuannya mencari penghasilan lebih, mencari jabatan dan mengejar status sosial yang tinggi. Perlu disadari hakekatnya birokrasi diciptakan sebagai instrumen representatif  kepentingan masyarakat bukan semata kepentingan pribadi dan koleganya. Berpolitiklah untuk rakyat, jangan berpoltik untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Karena pemimpin dihadirkan oleh rakyat jadi seyogianya  Mengabdi sepenuhnya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat KalBar khususnya.
Dalam hal ini penulis ingin menyampaikan masyarakat KalBar harus cerdas dalam memilih pemimpin  jangan seperti anak kecil yang mudah dielus-elus dengan kenikmatan sesaat, mudah terhipnotis janji-janji palsu belaka. Para cagub harus benar-benar menselaraskan, mewujudkan  visi dan misi yang telah dikumandangkan saat kampanye jika terpilih. tanamkan dalam diri kita semua  memilih dan dipilih untuk kemajuan Kalimantan Barat.(Rizal Komarudin)


2 komentar:

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.