Assalamualaikum
Wr Wb, segala puji bagi Allah Swt Azza Wa Jalla yang tak henti-hentinya
memberikan rahmat, nikmat kepada kita baik nikmat hidup, nikmat iman dan nikmat
islam. dan kepada suri tauladan kita junjungan Nabi besar Muhamad Saw yang telah mengubah haluan kita
dari alam yang gelap gulita ke alam
terang benderang yang dapat kita rasakan
saat ini.
bagi
saya ini merupakan kali pertama saya menulis apalagi berbagi dengan teman-teman
khususnya para pembaca yang kebetulan mampir dan membaca coretan kecil saya ini. ya, mungkin
tulisan ini lebih cocok dibilang
coretan-coretan kecil saya karena saya tidak memiliki pengalaman dalam
menulis dan tidak mahir dalam menulis walaupun saya juga bermimpi untuk
menyandingi nama saya dengan penulis terkenal Habibburahman El Shirazy saya
sangat kagum dengan beliau, karena
tulisan beliau sangat bagus dan mengesankan karyanya seperti Novel
Ayat-Ayat Cinta dan Dalam Mihrab Cinta sudah
familiar bagi kita bahkan sudah difilmkan hasil karya beliau ini.
mudah-mudahan mimpi ini bisa saya raih dan coretan kecil ini merupakan awal
langkah saya untuk meraih mimpi saya.
sabtu
20 April 2013 hari yang cukup cerah matahari sangat bersemangat untuk
menjalankan tugasnya menyinari dan memberikan sumber penghidupan terutama bagi
tumbuhan untuk melakukan Fotosintesis. Posisi saya dikala itu tepat didepan
pasar tersibuk di Kota Pontianak sambil melihat keatas sekitar 30ยบ terlihat “ulisan
“Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar”, tulisan yang cukup besar namun sudah kusam,
tampak cat sudah tak sanggup bergelantungan didinding yang struktur bangunannya
terlihat megah tetapi kuno seperti gedung yang tak berpenghuni selama sepuluh dasawarsa, bisa jadi lima ratus tahun, mungkin
bisa lebih dari itu dilihat keadaan gedungnya saat ini. sebenarnya saat itu
saya bukan ingin mengira-ngira umur gedung yang tampak megah nan kuno itu tapi
saya merasa sedang berada didepan gedung megah ditengah kuburan. saya sangat
kaget dan merasa aneh dengan kesibukan luar biasa semua kalangan berkumpul,
tumpah ruah seperti sedang berada ditengah konser musik papan atas, berbagai
etnis mulai dari madura, dayak,melayu, tionghoa, jawa dan berbagai profesi yang
beragam dari pedagang, buruh pelabuhan, tukang parkir,sopir, sol sepatu dan
lain sebagainya. yang membuat saya merasa kaget dan berasa dikuburan dengan
begitu sibuknya tempat ini tapi gedungnya terlihat jelas tidak terurus. bukan
hanya tercermin dari tulisan “Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar” yang tampak
usang tapi lingkungan gedungnya juga terlihat kotor, sampah dimana-mana, bau
yang tidak sedap menyengat indera penciuman akibat sampah yang terlalu lama
menyumbat saluran air didekat gedung itu.
ya
menurut saya memang seperti gedung yang berada ditengah kuburan. karena mereka
yang berpenghuni dikuburan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengurus rumahnya
aja harus orang lain yang masih hidup belum adakan cerita mayat mengecat,
membersihkan kuburannya hehehe just
kidding apalagi harus mengurus Gedung yang ada dilingkungan mereka. mungkin
kalau ada gedung dilingkungan mereka paling untuk tempat pertemuan mereka,
silahturahmi, tempat bermain, tempat untuk melepas kepenatan karena tidur
melulu dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari, yang paling mungkin
kali tempat untuk shooting uji nyali aja, tapi menurut saya sih hantu-hantu
juga tidak berani untuk bermain-bermain digedung itu karena takut ditangkap
oleh Ust Suropati dan citra walaupun sebenarnya Ustad tidak menangkapnya, tapi
menurut Hantu saat saya wawancarai mereka bilang walaupun ustad tidak
menangkapnya tapi beliau telah melukis diri mereka dan dipertontonkan seluruh
Indonesia. sebenarnya sih mereka tidak marah kalau saja wajah mereka seperti
Bunga Citra Lestari atau yang cowoknya seperti Afgan yang lesung pipit sangat
manis ini kalau pun mereka ada lesung pipit adanya ditengah-tengah badannya
seperti nyai sundal bolong mana banyak ulat-ulatnya lagi jadi
seremkan,wakwakwakwakwak.
Sebenarnya
tidak ada yang namanya hantu itu teman-teman, orang yang sudah meninggal rohnya
sudah kembali kepada Yang Kuasa jadi kalau ada penampakan-penampkan itu
golongan Jin yang suka mengganggu manusia dan biasanya mereka menyerupai sesuai
dengan apa yang kita bayangkan. ko’ jadi
belok-belok kemana-mana bajainya eh maksudnya ceritanya.
Maaf
ya para pembaca budiman agak ngelantur pada alinea sebelumnya mari kita
lanjutkan kembali. jadi, secara kasat mata keadaan Pusat Perbelanjaan Kapuas
Besar ini tidak ubahnya Gedung yang berada ditengah kuburan karena menurut
pemantauan saya selama berada disana kepedulian terhadap gedung tersebut sangat
minim sekali atau belum maksimal. sebenarya dalam hal ini saya tidak bermaksud
untuk menyalahkan orang-orang yang berlalu lalang dan yang mencari nafkah
dengan hasil pertanian, kebun, yang
mencari nafkah dengan jasa-jasa yang ditawarkannya atau berpikir menginginkan setiap yang lewat
harus mungut sampah minimal 5 buah seperti waktu MOS (Masa Orientasi Siswa)
waktu SMP dan SMA. tapi saya bertanya pada diri saya sendiri. Kemana
Pemerintah, kemana Dinas terkait dan kemana orang-orang yang menjaga dan memelihara
Pusat urat nadi perekonomian di Kalimantan Barat ini. Apakah Pajak yang ditarik
setiap tahun dari Pusat Perbelanjaan ini tidak cukup untuk membiayai perawatan
Gedung dan lingkungan Perbelanjaan terbesar ini.
Mungkin Pemerintah akan menjawab
dengan PERDA nya, menjawab dengan kinerja dari Dinas-Dinasnya khususnya Dinas
Kebersihan dan Pertamanan yang sudah bekerja dengan maksimal dan mungkin mereka
akan menjawab kami sudah menugaskan orang-orang untuk menjaga lingkungan
sekitar Pusat Perbelanjaan itu.
Tapi
bagaimana apabila Fakta yang menjawab...??? Fakta yang ada dilapangan Penilaian
dari saya menunjukan belum adanya keseriusan Pemerintah khususnya untuk menjaga
lingkungan Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini.
jika Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini
benar-benar dikelolah dengan baik oleh
pemerintah dengan menonjolkan background tradisional
moderen tentu Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini tidak hanya sekedar pusat
perekonomian tapi juga tempat peradabadan di Kalimantan Barat dan akan menarik
wisatawan dan investor asing sehingga Kapuas Besar akan lebih terkenal dan
besar sesuai namanya Kapuas Besar.
Mungkin Hanya ini yang dapat saya bagi dengan para pembaca budiman dengan keterbatasan data dan intuisi dalam menulis diri ini banyak kekurangan saya mohon maaf
wassalamualaikum Wr. Wb......


1 komentar:
maaaaaaaaaaantap gan
Posting Komentar