Senin, 22 April 2013

Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ditengah "Kuburan"

Assalamualaikum Wr Wb, segala puji bagi Allah Swt Azza Wa Jalla yang tak henti-hentinya memberikan rahmat, nikmat kepada kita baik nikmat hidup, nikmat iman dan nikmat islam. dan kepada suri tauladan kita junjungan Nabi besar  Muhamad Saw yang telah mengubah haluan kita dari alam yang gelap gulita ke alam  terang benderang yang dapat kita rasakan  saat ini.
bagi saya ini merupakan kali pertama saya menulis apalagi berbagi dengan teman-teman khususnya para pembaca yang kebetulan mampir dan  membaca coretan kecil saya ini. ya, mungkin tulisan ini lebih cocok dibilang  coretan-coretan kecil saya karena saya tidak memiliki pengalaman dalam menulis dan tidak mahir dalam menulis walaupun saya juga bermimpi untuk menyandingi nama saya dengan penulis terkenal Habibburahman El Shirazy saya sangat kagum dengan beliau, karena  tulisan beliau sangat bagus dan mengesankan karyanya seperti Novel Ayat-Ayat Cinta dan Dalam Mihrab Cinta sudah  familiar bagi kita bahkan sudah difilmkan hasil karya beliau ini. mudah-mudahan mimpi ini bisa saya raih dan coretan kecil ini merupakan awal langkah saya untuk meraih mimpi saya.
sabtu 20 April 2013 hari yang cukup cerah matahari sangat bersemangat untuk menjalankan tugasnya menyinari dan memberikan sumber penghidupan terutama bagi tumbuhan untuk melakukan Fotosintesis. Posisi saya dikala itu tepat didepan pasar tersibuk di Kota Pontianak sambil melihat keatas sekitar 30ยบ terlihat “ulisan “Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar”, tulisan yang cukup besar namun sudah kusam, tampak cat sudah tak sanggup bergelantungan didinding yang struktur bangunannya terlihat megah tetapi kuno seperti gedung yang tak berpenghuni  selama sepuluh  dasawarsa, bisa jadi lima ratus tahun, mungkin bisa lebih dari itu dilihat keadaan gedungnya saat ini. sebenarnya saat itu saya bukan ingin mengira-ngira umur gedung yang tampak megah nan kuno itu tapi saya merasa sedang berada didepan gedung megah ditengah kuburan. saya sangat kaget dan merasa aneh dengan kesibukan luar biasa semua kalangan berkumpul, tumpah ruah seperti sedang berada ditengah konser musik papan atas, berbagai etnis mulai dari madura, dayak,melayu, tionghoa, jawa dan berbagai profesi yang beragam dari pedagang, buruh pelabuhan, tukang parkir,sopir, sol sepatu dan lain sebagainya. yang membuat saya merasa kaget dan berasa dikuburan dengan begitu sibuknya tempat ini tapi gedungnya terlihat jelas tidak terurus. bukan hanya tercermin dari tulisan “Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar” yang tampak usang tapi lingkungan gedungnya juga terlihat kotor, sampah dimana-mana, bau yang tidak sedap menyengat indera penciuman akibat sampah yang terlalu lama menyumbat saluran air didekat gedung itu.
ya menurut saya memang seperti gedung yang berada ditengah kuburan. karena mereka yang berpenghuni dikuburan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengurus rumahnya aja harus orang lain yang masih hidup belum adakan cerita mayat mengecat, membersihkan kuburannya hehehe just kidding apalagi harus mengurus Gedung yang ada dilingkungan mereka. mungkin kalau ada gedung dilingkungan mereka paling untuk tempat pertemuan mereka, silahturahmi, tempat bermain, tempat untuk melepas kepenatan karena tidur melulu dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari, yang paling mungkin kali tempat untuk shooting uji nyali aja, tapi menurut saya sih hantu-hantu juga tidak berani untuk bermain-bermain digedung itu karena takut ditangkap oleh Ust Suropati dan citra walaupun sebenarnya Ustad tidak menangkapnya, tapi menurut Hantu saat saya wawancarai mereka bilang walaupun ustad tidak menangkapnya tapi beliau telah melukis diri mereka dan dipertontonkan seluruh Indonesia. sebenarnya sih mereka tidak marah kalau saja wajah mereka seperti Bunga Citra Lestari atau yang cowoknya seperti Afgan yang lesung pipit sangat manis ini kalau pun mereka ada lesung pipit adanya ditengah-tengah badannya seperti nyai sundal bolong mana banyak ulat-ulatnya lagi jadi seremkan,wakwakwakwakwak.
Sebenarnya tidak ada yang namanya hantu itu teman-teman, orang yang sudah meninggal rohnya sudah kembali kepada Yang Kuasa jadi kalau ada penampakan-penampkan itu golongan Jin yang suka mengganggu manusia dan biasanya mereka menyerupai sesuai dengan apa yang kita bayangkan. ko’ jadi  belok-belok kemana-mana bajainya eh maksudnya ceritanya.
Maaf ya para pembaca budiman agak ngelantur pada alinea sebelumnya mari kita lanjutkan kembali. jadi, secara kasat mata keadaan Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini tidak ubahnya Gedung yang berada ditengah kuburan karena menurut pemantauan saya selama berada disana kepedulian terhadap gedung tersebut sangat minim sekali atau belum maksimal. sebenarya dalam hal ini saya tidak bermaksud untuk menyalahkan orang-orang yang berlalu lalang dan yang mencari nafkah dengan  hasil pertanian, kebun, yang mencari nafkah dengan jasa-jasa yang ditawarkannya  atau berpikir menginginkan setiap yang lewat harus mungut sampah minimal 5 buah seperti waktu MOS (Masa Orientasi Siswa) waktu SMP dan SMA. tapi saya bertanya pada diri saya sendiri. Kemana Pemerintah, kemana Dinas terkait dan kemana orang-orang yang menjaga dan memelihara Pusat urat nadi perekonomian di Kalimantan Barat ini. Apakah Pajak yang ditarik setiap tahun dari Pusat Perbelanjaan ini tidak cukup untuk membiayai perawatan Gedung dan lingkungan Perbelanjaan terbesar ini.
           Mungkin Pemerintah akan menjawab dengan PERDA nya, menjawab dengan kinerja dari Dinas-Dinasnya khususnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang sudah bekerja dengan maksimal dan mungkin mereka akan menjawab kami sudah menugaskan orang-orang untuk menjaga lingkungan sekitar Pusat Perbelanjaan itu.
Tapi bagaimana apabila Fakta yang menjawab...??? Fakta yang ada dilapangan Penilaian dari saya menunjukan belum adanya keseriusan Pemerintah khususnya untuk menjaga lingkungan Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini.
jika Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini benar-benar  dikelolah dengan baik oleh pemerintah dengan menonjolkan background tradisional moderen tentu Pusat Perbelanjaan Kapuas Besar ini tidak hanya sekedar pusat perekonomian tapi juga tempat peradabadan di Kalimantan Barat dan akan menarik wisatawan dan investor asing sehingga Kapuas Besar akan lebih terkenal dan besar sesuai namanya Kapuas Besar.
Mungkin Hanya ini yang dapat saya bagi dengan para pembaca budiman dengan keterbatasan data dan intuisi dalam menulis diri ini banyak kekurangan saya mohon maaf
wassalamualaikum Wr. Wb......

1 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.