Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menyatakan satelit memantau terdapat 113 titik api yang tersebar di provinsi kalbar.Titik api terbanyak terpantau di Kabupaten Ketapang 76 titik api, disusul Kapuas Hulu 11 titik api, Sintang 10 titik api, Kapuas Hulu dan Mempawah masing-masing lima titik api, dan Melawi serta Kubu Raya masing-masing tiga titik api," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Busman Donald Hutahaean.
Status Kalbar saat ini masih siaga bencana asap, belum mengarah pada status lainnya, seperti darurat asap.
Sedangkan di kabupaten Ketapang
Sejak Juli hingga Agustus 1.187 warga Ketapang terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan masih banyak lagi diperkirakan yang tak terdata. Kondisi ini dikarenakan kabut asap yang melanda Ketapang akibat kebakaran hutan dan lahan saat kemarau ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Ketapang dari puskesmas seluruh Ketapang penderita ISPA selama Agustus ada 693 orang. Kemudian di RSUD Agoesdjam Ketapang sejak Juli hingga per 10 September ada 118 pasien ISPA.
Kondisi kabut asap saat ini menyebabkan semakin meningkatnya penderita ISPA di Ketapang. Penderitanya hampir di seluruh kecamatan dan paling banyak di Kota Ketapang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Heri Yulistio, Jumat (11/9/2015). Menyikapi kondisi ini pihaknya sudah mempersiapkan hal-hal terkait pelayanan kesehatan. Pihaknya siap melayani masyarakat semaksimal mungkin akibat kabut asap. Serta menyiapkan stok obat-obat dan lain-lain untuk kebutuhan pasien.
Dalam menanggulangi bencana kemarau ini pemerintah Kayong Utara melalui Dishutbun selalu merekrut kader-kader yang di beri nama kader peduli api. Mereka ini sudah mendapatkan keterampilan memadamkan api.
Menurut Wahono sampai saat ini jumlah kader peduli api sudah mencapai 600 orang yang tersebar di setiap desa yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Selain mendapatkan pelatihan cara penanganan memadamkan api, pihak Dishutbun pun memberikan bantuan mesin pompa air, yang nanti bisa digunakan saat muncul api disekitar wilayah desa mereka.
(Dari berbagai sumber)
Status Kalbar saat ini masih siaga bencana asap, belum mengarah pada status lainnya, seperti darurat asap.
Sedangkan di kabupaten Ketapang
Sejak Juli hingga Agustus 1.187 warga Ketapang terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan masih banyak lagi diperkirakan yang tak terdata. Kondisi ini dikarenakan kabut asap yang melanda Ketapang akibat kebakaran hutan dan lahan saat kemarau ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Ketapang dari puskesmas seluruh Ketapang penderita ISPA selama Agustus ada 693 orang. Kemudian di RSUD Agoesdjam Ketapang sejak Juli hingga per 10 September ada 118 pasien ISPA.
Kondisi kabut asap saat ini menyebabkan semakin meningkatnya penderita ISPA di Ketapang. Penderitanya hampir di seluruh kecamatan dan paling banyak di Kota Ketapang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Heri Yulistio, Jumat (11/9/2015). Menyikapi kondisi ini pihaknya sudah mempersiapkan hal-hal terkait pelayanan kesehatan. Pihaknya siap melayani masyarakat semaksimal mungkin akibat kabut asap. Serta menyiapkan stok obat-obat dan lain-lain untuk kebutuhan pasien.
Dalam menanggulangi bencana kemarau ini pemerintah Kayong Utara melalui Dishutbun selalu merekrut kader-kader yang di beri nama kader peduli api. Mereka ini sudah mendapatkan keterampilan memadamkan api.
Menurut Wahono sampai saat ini jumlah kader peduli api sudah mencapai 600 orang yang tersebar di setiap desa yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Selain mendapatkan pelatihan cara penanganan memadamkan api, pihak Dishutbun pun memberikan bantuan mesin pompa air, yang nanti bisa digunakan saat muncul api disekitar wilayah desa mereka.
(Dari berbagai sumber)



0 komentar:
Posting Komentar